Lelaki Maskulin Idaman Setiap Wanita
JIKA berbicara soal lelaki, selera perempuan sering berubah-ubah dan tak terduga. Sebagian perempuan mungkin tergila-gila dengan sosok maskulin seperti Johnny Depp. Sementara yang lain lebih menyukai lelaki lembut seperti Jake Gyllenhaal.
Lantas, faktor apakah yang memengaruhinya?
Sebuah penelitian yang sedang berkembang menunjukkan, seperti dikutip situs economist.com, preferensi perempuan terhadap jenis fisiognomi lelaki mungkin dipengaruhi oleh hal-hal di luar kontrol mereka. Misalnya, penyakit atau kejahatan.
Fitur maskulin seperti rahang yang besar atau alis yang tajam, cenderung mencerminkan sifat-sifat fisik dan perilaku seperti kekuatan dan agresi. Selain itu, ciri tersebut juga terkait erat dengan fisiologis, seperti kejantanan dan kekebalan tubuh yang kuat.
Tapi, semua spesifikasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Agresifitas tidak masalah jika dihubungkan dengan kemampuan untuk menangkal ancaman dari luar. Tapi, menjadi kurang menyenangkan memikirkan masalah yang timbul jika amarahnya meluap.
Begitu pula dengan kecakapan seksual. Ciri satu ini sering dihubungkan dengan kepastian mendapatkan banyak keturunan. Sisi buruknya, hal itu bergandengan dengan pergaulan bebas dan kecenderungan untuk mengelakkan tugas sebagai orang tua, bahkan sampai meninggalkan sang ibu.
Dilema
Menurut sebuah makalah yang diterbitkan pada awal tahun ini oleh Dr. Lisa DeBruine dari University of Aberdeen, Skotlandia, kapan pun perempuan memilih pasangan, ia harus menentukan apakah hendak memilih gen lelaki maskulin atau yang penuh kasih sayang.
Ia percaya, perempuan sekarang masih menghadapi dilema tersebut. Pilihan mereka dipengaruhi oleh faktor-faktor bawah sadar.
Berdasarkan penelitiannya, perempuan di negara-negara dengan statistik kesehatan buruk, lebih memilih lelaki dengan fitur maskulin dibandingkan perempuan yang tinggal dalam lingkungan lebih sehat.
Di tempat penyakit tersebar luas, tersirat bahwa mendapatkan keturunan yang sehat lebih penting ketimbang memiliki lelaki yang mau membantu merawatnya.
Sementara itu, di lingkungan yang lebih sehat, lelaki berkarakter halus dan lembut mempunyai kesempatan lebih besar.
Akan tetapi, berdasarkan sebuah penelitian lanjutan yang dilakukan Robert Brooks dari University Of New South Wales, Australia terhadap makalah Dr. DeBruine, ia memeroleh kesimpulan berbeda.
Dalam temuan yang disajikan dalam Proceedings of the Royal Society, Dr. Brooks menunjukkan bahwa hal itu tidak terkait faktor kesehatan. Kompetisi dan kekerasan di antara lelaki, menurutnya, menjelaskan kecenderungan seorang perempuan terhadap kejantanan.
Semakin kasar lingkungan tempat tinggal, semakin tinggi kecenderungan perempuan terhadap lelaki maskulin. Sebab, mereka lebih baik dibandingkan lelaki lembut dalam hal menjaga dan menafkahi ibu serta keturunannya. (OL-12)
Gambar Lelaki Macho >> klik sini <<